Menggapai mimpi istri untuk merenovasi kamar tidur utama

Dak dan balkon dimanfaatkan untuk renovasi kamar tidur minimalis, ruang kerja, kamar mandi, plus walk in closet, demi menuntaskan mimpi istri tersayang. phing Phing Widjaya dan keluarganya akan menempati rumah baru mereka di kawasan Daan Mogot. Seperti semua orang yang akan menempati rumah baru, Phing Phing bersemangat. la sudah punya bayangan akan seperti apa rumah itu nantinya. Termasuk untuk kamar tidur utama. Phing Phing menginginkan kamar dengan desain yang modern, mewah, plus terhubung dengan walk in closet.

Tentu saja harapan itu belum terwujud ketika ia datang ke rumah itu. Rumah itu dibeli Phing Phing dan suaminya dari developer. Desain kamar utamanya standar. Bisa dibilang jauh dari harapan mereka. Ukuran kamar yang berada di lantai dua itu hanya 3,4mx3,5m. Tanpa kamar mandi, apalagi walk in closet. lbu tiga anak itu butuh renovasi untuk mewujudkan kamar tidur lmpiannya. Tommy Thio, sahabat sejak masa sekolah Phing Phing kemudian membantu merenovasi, Tommy bukan hanya merenovasi kamar tidur sederhana, namun juga membangun kamar tidur utama, sesuai harapan nyonya rumah.

Lebih efisien, lebih mewah

Tommy membangun kamar utama yang baru di atas dak dan balkon lantai dua. Ukurannya lebih besar dibandingkan kamar utama sebelumnya, 4,75mx3,85m. Kamar utama serta kamar mandi lama dibongkar dan disatukan, Tommy mengubahnya menjadi walk in closet dan kamar mandi. Ia kemudian menggabungkan kedua ruangan itu dengan kamar tidur utama. Tata ruang yang baru ini menghasilkan flow aktivitas yang lebih efisien untuk pemilik rumah. Kamar tidur utama, walk in closet dan kamar mandi terhubung dalam posisi sejajar.

Walk in closet didesain berbentuk lorong berukuran 3mx2,75m. Kabinet ditempatkan di sisi kiri dan kanan walk in closet. Kesan mewah diwujudkan Tommy lewat warna beda pemilihan material pelapis dan finishing kamar tidur, Warna putih mutiara menjadi warna utama pada kamar ini. Aplikasinya dapat dillihat pada finishing furnitur dan wallpaper Kesan mewah itu diperkuat dengan tata cahaya yang menunjang. Untuk lantai, Phing Phing memilih menggunakan parket. Tommy memberi finishing yang glossy pada lantai itu.

Membuatnya menyatu dengan keseluruhan tema kamar utama. Panel yang, ditempatkan di belakang TV menjadi aksen pada ruangan ini. Sementara furnitur warna keabuan kelihatan serasi di kamar berwarna putih mutiara ini. Sekilas panel TV itu terlihat seperti terbuat dari marmer. Padahal bukan. “ltu HPLyang dilapis lacquer,” kala Tommy.

Tata cahaya

Untuk pencahayaan general, Tommy menggunakan kombinasi lampu flouroscent putih dan downlight berwarna kuning. Phing Phing membutuhkan tata cahaya general yang menunjang sebab ia juga menggunakan kamar ini untuk bekerja. Saat lampu fluorescent dimatikan, hanya menggunakan downlight saja, diperoleh suasana yang lebih rileks dan intim.

Tommy juga menggunakan lighting sebagai aksen yang mempercantik interior. Di belakang panel TV la menempatkan lampu TLS berwarna kuning, mengelilingi bagian belakang tepi panel. Mempertegas bentuk panel tersebut. Jenis lampu yang sama juga dipasang di atas kepala headboard. Cahayanya mengarah ke atas. Mengekpos dan memperjelas tekstur dari wallcover yang dipasang di dinding di belakang headboard. Untuk area walk in closet, lampu diset agar menyala secara otomatis ketika pintu dibuka. Lampu downlight ditempatkan di ceiling, dengan cahaya terarah ke bagian dalam kabinet.

Pantulan cahaya lampu pada pintu kabinet yang terbuat dari akrilik mempercantik kabinet. Tanpa menimbulkan silau. Di bagian bawah kabinet, Tommy memasang lampu selang LED. Memanjang dari ujung ke ujung walk in closet. Lampu selang ini menimbulkan efek melayang pada kabinet. Pendar cahayanya pada lantai parket membuat lantai terlihat berkilau. Tata ruang baru yang efisien, penampilan kamar yang cantik dan mewah, ditambah tata cahaya yang menawan. lni dia kamar tidur impian, sesuai harapan Phing Phing.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *