Desain ruang apartemen mungil minimalis modern

Dalam soal desain apartemen minimalis, tak ada yang salah atau benar. Yang lebih penting, memunculkan karakter pemilik rumah begitu memasuki apartemen ini, pandangan kami tertarik ke pintu geser di ujung ruang Keluarga. Kaca pintu itu berwarna ungu, biru, dan hijau kekuningan. Cahaya matahari dari belakang pintu memperkuat warnanya. Kami perhatikan detail lain dari ruang keluarga itu. Curtain berwarna ungu menjuntai di samping pintu. Salah satu dinding ruang keluarga dicat warna turquoise, sementara dinding lainnya berlapis batu palimanan. Tidak setiap hari Anda bisa melihat kombinasi warna yang berani seperti itu pada sebuah ruang.

Layla Safira, pemilik apartemen ini, kemudian mempersilakan kami duduk. la mengenakan gaun batik panjang dengan kombinasi warna ungu dan jingga. “Pada dasarnya aku sangat suka warna. Makanya pinginnya ada banyak warna di rumah,” kata Vey, demikian ia biasa disapa. Kami duduk di ruang makan Vey. Meja makannya berwarna putih dan dilapis mozaik. Kursi-kursi di ruang makan baru, tetapi diberi finishing yang memberi kesan vintage. Di kiri ruang makan berdiri lemari kayu tua. Sudah puluhan tahun usianya. “Saya bingung kalau disuruh mendefinisikan ini desain apartemen minimalis modernĀ apa. lnspirasinya banyak. Greek, Maroko, country, modern,” kata Vey sambil tertawa. “Yang pasti mixed.” Terkadang tak penting mendefinisikan gaya. rumah adalah definisi dari kepribadian unik pemiliknya.

Kesan berbeda di tiap ruang

Mari kembali ke akhir tahun 2009, sebelum dinding ruang keluarga itu dicat turquoise. Waktu itu, kondisi apartemen ini masih sama seperti ketika dibangun pada pertengahan 90-an. Vey punya banyak ide untuk apartemennya. la kemudian meminta bantuan Ridya Prastiti dan Erfah Kusumawati untuk menyatukan dan mewujudkan semua ide desain apartemen kecil minimalisĀ tersebut. Ridya dan Ade (Erfah) melakukan perubahan pada tata ruang apartemen.

Dua buah kamar dan kamar mandi dilebur jadi satu. Hasilnya, kamar utama yang besar, dengan walk in closet, ruang kerja dan kamar mandi di dalamnya. Warna merah dipilih sebagai warna utama kamar. “Awalnya kamar ini sama Terkadang tak penting mendefinisikan gaya. Rumah adalah definisi dari kepribadian unik pemiliknya. tone-nya dengan ruang keluarga. Namun setelah jalan (proses desain), saya dapat ide lain dan malah jadi lebih modern kesannya,” ujar Vey. Wallpaper dengan motif bunga berwarna merah-hitam dipasang sebagai aksen di belakang headboard.

Juga di walk in closet. Di tengah kamar tidur menggantung chandelier cantik warna- warni. ridya dan Ade memadukan dinding keramik merah dan lantai semen ekspos untuk kamar mandi. Keramik dinding tidak begitu saja dipasang, melainkan dipotong-potong dahulu, baru dipasang dalam pola yang acak. Seperti mozaik berukuran besar. Hasilnya cukup sepadan dengan kesulitan pekerjaannya. Berbeda dengan kamar tidur yang modern, dapur justru tampil old fashioned. Ridya dan Ade mempertahankan dan mengecat ulang kitchen set lama.

Sedikit modifikasi dilakukan dengan menambah meja bar. Mereka menggunakan finishing dengan hasil akhir yang memberi kesan vintage. Kesan itu semakin diperkuat dengan penggunaan tegel bermotif untuk lantai dapur. Dapur bersebelahan dengan ruang makan. Beda dengan dapur yang kombinasl warnanya soft, ruang makan lebih semarak dengan meja mozaik dan motif pada kursi. Cermin berukuran besar dipasang di salah satu dinding ruang makan. Membuatnya terlihat lebih lapang sekalipun dibatasi tembok dan kitchen set

Modifikasi kreatif

Kreativitas mengoptimalkan kondisi ekslsting interior dan memodifikasi furnitur memberi keunikan pada apartemen ini. Meja mozaik di ruang makan pada awalnya meja biasa berbentuk kotak. ridya dan Ade memotong sebagian kakinya, kemudian melapis dengan mozaik pada permukaan meja. Lampu gantung di atas meja itu juga hasil modifikasi. Tadinya hanya ada satu rumah lampu. “Kurang seru,” kata Vey “Jadi kita cari satu lagi, terus disatuin,” timpal Ade.

Di sudut ruang keluarga, Vey menempatkan standing lamp dengan rumah lampu terbuat dari kaca. Manik- manik berwarna merah menghiasi permukaannya. Lampu itu diperoleh di sebuah toko di sentra alat listrik Kenari, Jakarta Pusat. “Aslinya lampu gantung,” kata Vey. Pintu geser yang menarik itu pun ternyata hasil kreasi kedua desainer apartemen ini.

Pintu itu berbahan aluminium. Bagian tengahnya diberi grid dari kayu, kemudian dicat putih. ridya dan Ade memperbaharui kaca pintu itu dengan melekatkan stiker, Warnanya disesuaikan dengan ruangan. lde pemilik rumah dan kreativitas desainer, memberi nyawa pada apartemen ini. Sangat unik, karena mewakili karakter pemiliknya, “Rumah ini saya banget,” kata Vey penuh percaya diri.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *